4 Hal Yang Perlu Diketahui Soal 13 Titik Ganjil Genap Di Dki

Peraturan peluasan ganjil-genap (gage) di Jakarta pada akhirnya ditetapkan jadi 13 titik. Berikut beberapa hal yang harus dipahami berkaitan ganjil-genap.
Seperti dijumpai, Ditlantas Polda Metro Jaya umumkan peralihan berkaitan peraturan ganjil-genap (gage) di Jakarta ini hari. Mulai minggu kedepan, ganjil-genap akan diterapkan di 13 titik.

1. Berlaku sore dan pagi
Waktu pemerlakukan ganjil-genap dilaksanakan pada sore dan pagi. Tiap sesion mempunyai durasi waktu jam semasing.

“Waktu pemerlakukan masih tetap berlaku pada sore dan pagi dari jam 06.00 WIB sampai jam 10.00 WIB, dan sore ke malam dari jam 16.00 WIB sampai 21.00 WIB,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (22/10/2021).

2. Berlaku Senin depan
Keseluruhan ada 10 titik ganjil-genap baru di batas Jakarta yang selekasnya diaplikasikan. Implementasi 13 titik ganjil genap itu nanti akan diawali pada Senin (25/10/2021) minggu kedepan.

“Tiga belas titik ini semua diawali pada Senin, 25 Oktober minggu kedepan,” ungkapkan Sambodo.

BACA JUGA  Kapolri Angkat Suara Soal Marak Pelanggaran Anggota Polisi

3. Tidak berlaku saat akhir minggu dan liburan nasional
Selainnya tambahan jadi 13 titik, tidak ada yang berbeda dari ketentuan ganjil-genap. Ganjil-genap masih tetap berlaku pada Senin sampai Jumat dan tidak berlaku saat akhir minggu dan hari liburan nasional.

“Berlaku cuman di hari Senin dan Jumat. Hari Sabtu, Minggu, dan liburan nasional gage tidak berlaku,” jelas Sambodo.

4. Tebaran titik
Lalu, dimanapun titiknya? Berikut daftar lokasinya:
– Jl Sudirman
– Jl MH Thamrin
– Jl Rasuna Said
– Jl Fatmawati
– Jl Panglima Polim
– Jl Sisimgangaraja
– Jl MY Haryono
– Jl Gatot Subroto
– Jl S Parman
– Tomang Raya
– Jl Gunung Sahari
– Jl DI panjaitan
– Jl Ahmad Yani

5. Berlaku untuk semuanya
Ganjil-genap berlaku untuk semua kendaraan individu, terkecuali beberapa kendaraan tertentu yang masuk lis pengecualian.

“Ada kendaraan yang dieksepsikan pada penerapan management jalan raya dengan ganjil-genap sepanjang penerapan PPKM tingkat 2. Ada 17 tipe kendaraan yang dieksepsikan lewat di tempat ganjil-genap,” kata Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo.

BACA JUGA  Kronologi As Dan China Saling Gertak Soal Taiwan

Ke-17 tipe kendaraan yang dieksepsikan itu mulai kendaraan bertanda khusus yang bawa penyandang disabilitas, ambulans, dan pemadam kebakaran. Selanjutnya, kendaraan transportasi umum plat kuning sampai motor bebas ganjil-genap juga.

“Selanjutnya transportasi umum plat kuning. Lantas kendaraan yang digerakkan dengan motor listrik, sepeda motor. Selanjutnya kendaraan angkut barang khusus mengusung bahan bakar minyak atau bahan bakar gas,” ungkapkan Syafrin.

Dalam pada itu, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menambah kendaraan petugas lembaga TNI/Polri dan petugas lembaga yang dieksepsikan ialah kendaraan operasional dengan plat dinas sah dan plat dinas merah (untuk ASN). Plat hitam dengan code ‘RF’ tidak tahan ganjil genap.

“Yang dieksepsikan ialah plat merah dan plat dinas TNI-Polri dan plat dinas lembaga. Sepanjang kendaraan itu gunakan plat hitam terhitung RF dan lain-lain ia terserang ketentuan gage 13 teritori ini dan ketetapan barusan mulainya berlaku Senin, 25 Oktober 2021,” papar Sambodo.

BACA JUGA  Pakar Kritik Mahfud Md Soal Imbauan Tak Usah Bayar Pinjaman Di Pinjol Ilegal

6. Argumen peluasan ganjil genap
Ada banyak pemikiran kenapa teritori ganjil genap diperlebar, satu diantaranya kenaikan kemacetan jalan raya.

“Dari periode saat sebelum PPKM genting ke massa PPKM genting kita sukses turunkan 61 %. Tapi PPKM genting ke PPKM tingkat 4 itu arus lalu lintas naik 48 %,” kata Kombes Sambodo.

Ia menjelaskan angka peningkatan mobilisasi itu jadi berlanjut. Menurut Sambodo, dari PPKM tingkat 4 ke PPKM tingkat 3, angka mobilisasi kendaraan bertambah sampai 20 %.

Bahkan juga kenaikan mobilisasi kendaraan itu terjadi dari babak PPKM tingkat 3 ke arah PPKM tingkat 2. Terdaftar ada 37 % kenaikan mobilisasi kendaraan di jalan.

“Beberapa dari warga beberapa hari ini lebih macet dari umumnya. Karena volume trafik telah naik 37-40 % dibanding PPKM tingkat 4 dan tingkat 3,” jelas Sambodo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *