Kronologi As Dan China Saling Gertak Soal Taiwan

Amerika Serikat dan China sama-sama bentak selesai Presiden AS Joe Biden mengatakan akan bela Taiwan jika terserang Negeri Gorden Bambu. Pengakuan Biden masalah Taiwan ada saat kemelut di antara Taipei dan Beijing terus menghangat.
Presiden China Xi Jinping memperjelas akan mewujudkan unifikasi di antara China dan Taiwan. Dalam pada itu, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen bersumpah tidak akan bawa negaranya menyerah pada China.

Di tengah-tengah keadaan itu, Presiden AS Joe Biden memperjelas korps-nya akan pasang tubuh untuk Taiwan bila terserang China.

BACA JUGA  Peran Indonesia Melakukan Pertukaran Barang

“Tidak boleh cemas mengenai apa mereka [China] akan semakin kuat. China, Rusia, dan penjuru dunia tahu jika kita mempunyai militer terkuat dalam riwayat dunia,” ungkapkan Biden.

Biden mengarah pada jalinan lama waktunya dengan Presiden Xi Jinping dan memperjelas status AS yang tidak ingin mengawali Perang Dingin baru dengan China.

“Saya cuman ingin membuat China pahami jika kami (AS) tidak mundur,” tegas Biden.

Hal itu kembali dipertegas Juru Berbicara Gedung Putih, Jen Psaki pada Jumat (22/10). AS ditegaskan akan pasang tubuh untuk Taiwan jika terserang China.

BACA JUGA  4 Hal Yang Perlu Diketahui Soal 13 Titik Ganjil Genap Di Dki

Menyikapi sikap AS, China langsung membuka suara. Jubir Kementerian Luar Negeri, Wang Wenbin, China mengatakan jika pengakuan Biden itu bisa beresiko menghancurkan jalinan China dengan AS.

Seperti diambil AFP, Wenbin selanjutnya mengingatkan AS supaya berhati-hati dalam melakukan tindakan dan bicara berkenaan rumor Taiwan.

“China tidak punyai ruangan untuk bersepakat berkaitan rumor yang tersangkut kebutuhan khusus kami. AS semestinya tidak menyepelekan kemauan dan kekuatan kuat mereka untuk menjaga diri dari teror yang dipandang bisa mencelakakan kedaulatan,” sebut Wenbin.

Di lain sisi, AS sejauh ini dijumpai tidak mempunyai rekanan sah dengan Taiwan, selainnya menolong daerah itu khususnya dalam sektor pertahanan dari semua invasi yang tertuang di kesepakatan Taiwan Relations Act (TRA).

BACA JUGA  Respons Rocky Gerung Disebut Asal Bacot Soal Puan-Ganjar Dianggap Bodoh

Seperti dikutip Reuters, Undang-Undang Rekanan Taiwan (TRA) memperjelas jika AS ingin merajut jalinan diplomatik dengan China atas dasar pengetahuan jika masa datang Taiwan akan diputuskan dengan damai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *