Breaking News

Cerita Warga Soal Begal Bacok Pegawai Basarnas Hingga Tewas Di Kemayoran

Gerombolan perampok berlaga dan tewaskan karyawan call centre Basarnas, Mita (22), di Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat. Masyarakat sekitaran menyebutkan teritori sekitaran Jalan Angkasa ini riskan perampok.
Seorang pedagang mi ayam, Sutarjo (52), dengar berita pembacokan saat pagi hari. Ia menyebutkan polisi lakukan olah TKP sesudah peristiwa.

“Kurang tahu ciri-cirinya (korban) seperti apakah, hanya dengar saja ada olah TKP, ada apakah banyak polisi, ‘semalam ada yang dibacok’, getho. Itu saja, sudah,” kata Sutarjo saat dijumpai di lokasi, Sabtu (23/10/2021).

Sutarjo tiap hari berdagang mi ayam tidak jauh dari lokasi. Ia menjelaskan teritori di sana memang termasuk riskan perampok. Masalahnya kata Sutarjo, pada jam 21.00 WIB ke atas, teritori itu telah sepi.

“Jika disebut riskan, ya riskan. Jika malam ucapnya sich di atas jam 9 itu sudah sepi. Sudah tidak seperti saat sebelum COVID ini,” katanya.

“Iya, sepi, warung rokok sudah tidak seperti dahulu. Dahulu kan 24 jam. Sejak COVID, terus PPKM, nach ia paling jam 22.00-23.00 WIB telah tutup. Ia (tukang warung) tidak tahu (peristiwa), tahunya pagi doang . Maka memang lokasinya depan warung rokok itu saja,” tambahnya.

Lalu, Sutarjo menceritakan pernah terserang copet di teritori itu sekian tahun kemarin. Tetapi aktor copet itu tidak ketangkap.

“Saya sempat juga terkena copet kembali sama anak jam 2 siang cocok tahun 2012, ngambil tas itu,” ucapnya.

“Ramai (kondisinya), padet. Memang jika kita teriak, namanya jalan demikian, ya orang… terkecuali ia jatuh nyungsep kan. Terkecuali di perkampungan, dapat diuber,” sambungnya.

Lalu, ada masyarakat yang lain Asep (28), penjaga warung disekitaran lokasi peristiwa. Asep mendapatkan info korban dibacok dan pada akhirnya wafat.

“Yang mengetahui hanya ada perampok, dibacok, terus wafat di dalam rumah sakit, sudah itu saja sich,” kata Asep.

Baca secara lengkap di halaman seterusnya.

Asep menjelaskan korban sedang menanti ojol yang diminta. Tetapi celaka, korban dibacok saat sebelum ojol datang.

“Denger-denger tunggu ojol, terus peristiwa. Saat sebelum ojol tiba, itu peristiwa,” katanya.

Seirama dengan Sutarjo, Asep menyebutkan teritori ini dapat termasuk riskan perampok. Sesudah peristiwa, Asep sempat melihat olah TKP yang diadakan polisi.

“Iya, pagi cukup siang ada olah TKP, lagi hingga malem, sampai Magrib, lama. Ya kemungkinan saksi-saksi ditanyakan kemungkinan, getho,” ucapnya.

Awalnya, polisi menyebutkan nyawa korban tidak dapat ditolong sesudah sempat dibawa ke rumah sakit.

“Korban wafat di dalam rumah sakit,” kata Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Pusat AKP Sam Suharto saat dikontak, Jumat (22/10).

Kejadian itu dijumpai terjadi sekitaran jam 02.50 WIB di Jl Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat. Sam menyebutkan kasus ini tengah diselidik oleh Polsek Kemayoran.

Polisi belum merinci berkaitan proses penyidikan yang sedang berjalan. Identitas gerombolan perampok itu juga masih juga dalam pemburuan petugas.

“Aktor dalam penyidikan Polsek Kemayoran,” ungkapkan Sam.

Faksi Basarnas telah mulai bicara hal kasus pembegalan maut yang menerpa pegawainya. Faksi Basarnas menyumpah keras tindakan pembegalan yang sudah dilakukan aktor.

Kabasarnas Marsdya TNI Henri Alfiandi juga menekan faksi kepolisian selekasnya ungkap kasus perampok itu dan tangkap beberapa aktor.

“Kami menyumpah keras tindakan bengis beberapa aktor, dan mengharap aparatur kepolisian bisa selekasnya ungkap dan tangkap beberapa aktor untuk bertanggung jawab kebiadaban mereka sama sesuai hukum yang berjalan,” tegas Kabasarnas Marsdya TNI Henri Alfiandi lewat Koordinator Intisari Humas, Anjar Sulistiyono, dalam penjelasannya.