Pembelajaran Tatap Muka Sekolah Di Jakarta Dimulai

Pemprov DKI Jakarta resmi melakukan uji coba pembelajaran tatap muka mulai Rabu (5/5/2021) hingga 29 April 2021.

Uji coba tatap muka tersebut meliputi 85 sekolah yang lolos penilaian Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Disdik melakukan evaluasi dari segi sarana prasarana protokol kesehatan serta kesehatan guru dan guru.

Nahdiana , Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, menjelaskan pembelajaran tatap muka di Jakarta akan berlangsung seminggu sekali untuk jenjang kelas tertentu.

Nahdiana dalam keterangan tertulisnya Masa studi dibatasi 3-4 jam per hari.

Jumlah siswa yang mengikuti pembelajaran tatap muka dengan kapasitas maksimal 50 persen per kelas dan jarak antar siswa 1,5 meter.

Nahdiana mengatakan “Dengan demikian, satuan pendidikan (sekolah) tetap melaksanakan pembelajaran dari rumah, terutama bagi satuan pendidikan yang belum lulus penilaian dan belum terlibat dalam pengalaman yang terbatas,”
Nahdiana mengatakan materi pendidikan terbatas dan hanya mata pelajaran dasar yang diajarkan pada saat pembelajaran tatap muka.

BACA JUGA  Apakah Di Tahun Ajaran Baru 2021 Akan Tatp Muka?

Persetujuan Orang Tua

Jika orang tua tidak mengizinkan anaknya untuk berpartisipasi dalam pembelajaran tatap muka, anak tersebut dapat berpartisipasi dalam proses belajar mengajar secara online.

Nahdiana juga menegaskan bahwa orang tua siswa memiliki hak penuh untuk mengizinkan atau tidak mengizinkan anaknya mengikuti sekolah tatap muka yang diadakan hari ini.

Orang tua dan siswa diberi pilihan antara mengambil pelajaran secara langsung atau belajar dari rumah sendiri.

Nahdiana mengatakan, Dinas Pendidikan DKI Jakarta akan terus memberikan edukasi terkait co-education yang akan dilaksanakan selama proses tatap muka di DKI Jakarta.

Awalnya, ada 86 sekolah yang lolos penilaian untuk melakukan uji coba. Namun, salah satu sekolah batal mengikuti uji coba karena tidak ada izin dari orang tua siswa untuk belajar secara tatap muka.

BACA JUGA  Beasiswa MBA Universitas Harvard dariBoustany Foundation

Ditutup jika terjadi kasus Covid-19

Nahdiana mengatakan jika kasus Covid-19 terjadi di sekolah tempat uji coba berlangsung, Dinas Pendidikan DKI Jakarta bersama Tim Satgas Covid-19 akan segera bergerak untuk menutup sementara sekolah tempat Kasus Covid-19 ditemukan .

“Jika diketahui ada kasus positif terpapar Covid-19 maka satuan pendidikan akan ditutup untuk jangka waktu 3 x 24 jam,” ujarnya.

Sekolah kemudian akan didisinfeksi dan Biro Kesehatan akan melacak kasus kontak dekat yang positif. Sekolah dibuka kembali ketika tim gugus tugas Covid-19 menyatakan mereka aman.

Nahdiana juga meminta partisipasi masyarakat untuk melaporkan insiden yang diyakini melanggar protokol kesehatan selama pengalaman belajar tatap muka.

Nahdiana berharap masyarakat bisa mengajukan pengaduan ke Layanan Call Center di Dinas Pendidikan DKI Jakarta 081267671339 atau Pusat Layanan Pendidikan di Jalan Gatot Soebroto Kavling 40-41, Kuningan, Jakarta Selatan.

BACA JUGA  Info PTN - Program Studi yang Diminati Pelajar Di Universitas Negeri Surabaya

Nahdiana mengatakan, Dinas Pendidikan melakukan yang terbaik untuk membuat uji coba aman dari kelompok Covid-19. Hal itu dibuktikan dengan penilaian Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang mengukur dua aspek penting dalam pembelajaran tatap muka.

“Ini aspek kesiapan infrastruktur yang mendukung protokol kesehatan dan kesiapan satuan pendidikan untuk melaksanakan blended learning, baik di rumah maupun secara terbatas,” kata Nahdiana.

Ia juga memastikan bahwa setiap guru dan guru yang telah melakukan eksperimen pembelajaran tatap muka telah divaksinasi Covid-19.

Sehingga dengan proses pembelajaran tatap muka diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi guru dan pendidik, serta bagi peserta didik dan orang tua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *