Persyaratan Masuk STAN 2021

STAN adalah salah satu sekolah negeri paling populer. Sekolah negeri yang juga dikenal dengan Politeknik Keuangan Negara atau PKN STAN ini membuka kembali pendaftaran tahun ajaran 2021.
PKN STAN tidak membuka pendaftaran untuk tahun ajaran 2020, namun pada pendaftaran PKN STAN tahun 2019, sekolah negeri ini termasuk salah satu sekolah yang paling banyak mendaftar. Total pendaftar mencapai 128.987 orang dengan mengisi 3.000 kursi.

Pendaftaran PKN STAN 2019 tersedia untuk program DI bidang peminatan Perbendaharaan Negara, Pajak, Bea dan Cukai. Pendaftaran juga terbuka untuk program DIII yang mengkhususkan diri pada perbendaharaan negara, perpajakan, serta kepabeanan dan perpajakan, manajemen aset, dan akuntansi.

Bagi yang ingin lolos seleksi PKN STAN 2021, tidak ada salahnya mengetahui profil sekolah resmi ini. Informasi dan update dapat dilihat di halaman PKN STAN https://www.pknstan.ac.id.

Syarat masuk PKN STAN 2021

PKN STAN memutuskan ada persyaratan baru dalam proses seleksi tahun ajaran 2021. Peserta diwajibkan mengikuti ujian tertulis berbasis komputer atau UTBK 2021 yang dilakukan oleh LTMPT.

BACA JUGA  Pendaftaran SNMPTN 2021 Tidak Perlu memasukan Nomor KIP-K

PKN STAN dalam edisinya menulis: “Dengan pertimbangan untuk meminimalisir dampak pandemi COVID-19 maka tahapan seleksi penerimaan mahasiswa baru atau SPMB PKN STAN 2021 menggunakan hasil ujian tertulis berbasis komputer atau UTBK 2021”.

Untuk ketentuan lainnya, calon peserta dapat mempertimbangkan ketentuan saat memilih PKN STAN 2019:

  • Lulusan tahun 2018 dan sebelumnya dengan nilai ujian rata-rata tidak kurang dari 70 dalam skala 100
  • Calon lulusan tahun 2019 dengan nilai rata-rata komponen pengetahuan dalam 5 semester minimal 70 skala 100 atau 2,8 skala 4.
  • Setelah mendaftar ulang, peserta dinyatakan lulus sekolah dengan rata-rata nilai ujian diploma kurang dari 70 dalam skala 100.
  • Batas usia maksimal pada tanggal 1 September 2019 adalah 20 tahun
  • Usia minimal untuk 1 September 2017 adalah 17 tahun untuk peserta yang memilih program DI dan 15 tahun untuk DIII
  • Sehat jasmani dan rohani serta bebas narkoba
  • Mampu melihat/mendengar/berbicara dengan baik
  • Mampu melakukan tugas-tugas seperti analisis, penulisan, transfer ide dan diskusi
  • Mampu bergerak tanpa alat
  • Belum menikah dan tidak mau menikah selama studi
BACA JUGA  Beasiswa 2020 di indonesia ini mungkin bisa menjadi pilihanmu nanti

Untuk program peminatan DI, DIII dan cukai, selain ketentuan sebagai berikut:

Jurusan DI

  • Laki-laki setidaknya memiliki tinggi 165 cm
  • Tinggi minimum betina adalah 155 cm

Spesialisasi DIII

  • Laki-laki dengan tinggi badan minimal 165 cm.
  • Tidak cacat
  • Tidak buta warna
  • Diberikan toleransi maks dua dioptri untuk pengguna kacamata/lensa kontak minus, plus, dan atau silindris
  • Untuk program konfirmasi, persyaratan tambahan berikut harus dipenuhi:
  • Sebuah. Telah menyelesaikan SD atau sederajat, SMP / SLTP atau sederajat, dan SMA / SLTA atau sederajat di kabupaten Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara dan Nusa Tenggara Timur
  • Turunan dari dua orang tua (ayah atau ibu kandung) yang berasal dari Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur
  • Pembayaran biaya pendaftaran Rp 300.000 berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 63/2016 tentang jenis dan tarif penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang berlaku bagi Badan Kepegawaian Negara (BKN)
  • Tidak pernah lolos seleksi PKN STAN tahun-tahun sebelumnya.
BACA JUGA  Ini Dia Aplikasi Untuk Belajar Bahasa Korea

Biaya Pendidikan PKN STAN 2021

PKN STAN saat ini sedang menerapkan pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU). Dengan gaya tersebut, PKN STAN melalui kewenangan pengelola memiliki kemandirian dalam pengelolaan keuangan.

Penyelenggaraan STAN PKN perguruan tinggi sepenuhnya didanai oleh Dana APBN, yang meliputi Rupee Murni dan PNBP. Untuk melaksanakan pendidikan ini, siswa tidak dipungut biaya selain lulus ujian masuk. Biaya digunakan untuk mengatur kegiatan seleksi pendaftaran.

Angka lulusan PKN STAN

PKN STAN memiliki sejarah yang panjang, sejak pertama kali didirikan pada tanggal 31 Juli 1952 sebagai Kursus Djabatan Ajun Akuntan. Nama STAN digunakan sejak tahun 1975 hingga diubah menjadi PKN STAN pada tanggal 15 Juli 2015.

Dengan sejarah yang panjang, PKN STAN telah melahirkan berbagai karakter yang akrab dengan masyarakat umum. Lulusan aktif sebagai pengambil keputusan bisnis di berbagai tingkat pemerintahan.

Berikut beberapa lulusan PKN STAN:

  • Helmy Yahya
  • Chairal Tanjung
  • Sudirman Said
  • Alexander Marwata
  • Ito Warsito.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *