Malaysia Fokus Menyebarluaskan Jaringan 4G Dan Menunda 5G Hingga Akhir 2022

Malaysia merencanakan akan meluncurkan teknologi jaringan 5G pada kuartal ketiga tahun kemarin. Tetapi, ada perubahan aturan dari pemerintah dan memutuskan untuk menunnda sebab akan fokus pada jaringan 4G yang ada terlebih dahulu.

Menteri Komunikasi dan Multimedia Saifuddin Abdullah, mengatakan dalam sidang parlemen bahwa teknologi jaringan 5G akan tersedia pada akhir 2022. dengan alasan penundaan yang sangat logis.

Menteri mencatat bahwa tidak ada manfaatnya memperkenalkan jaringan baru ketika teknologi jaringan 4G kini masih belum tersedia secara menyeluruh di daerah pedesaan, terlepas dari masalah yang terlihat seperti adopsi, regulasi, dan biaya kepada konsumen.

Namun mungkin masalah yang paling penting yaitu 70 persen dari mereka yang akan memakai teknologi jaringan 5G berasal dari industri sementara hanya 30 persen konsumen yang akan mengadopsinya saat peluncuran. Penerapan yang lebih baik merupakan perencanaan yang lebih penting dibanding mengurangi tekanan pada perusahaan yang membanggakan kekuatan teknologi jaringan 5G.

Pemerintah Malaysia sedang membuat rencana baru bernama JENDELA, tujuannya merupakan untuk meningkatkan cakupan 4G dari 91,8% menjadi 96,9% pada fase pertama. Pada waktu bersamaan, kecepatan fixed broadband akan ditingkatkan dari 25 Mbps menjadi 35 Mbps dengan konektivitas gigabit meningkat menjadi 7,5 juta orang.

Selain meningkatkan jangkauan teknologi jaringan 4G dan kecepatan internet di Negaranya, mereka juga akan fokus membangun menara jaringan di pedesaan, khususnya di Sabah dan Sarawak. Mereka juga akan menutup teknologi jaringan 3G pada akhir 2021 untuk menyediakan lebih banyak ruang untuk teknologi jaringan 4G.

Saifuddin Abdullah menambahkan bahwa setuju dengan pemerintah untuk menunda pengenalan teknologi jaringan 5G sebab tidak cukup banyak kegunaan untuk orang-orang seperti Anda dan saya. Anda tidak harus streaming video lucu tentang kucing secepat kilat. bukan?