Breaking News

Menteri Kominfo Mengimbau Masyarakat Untuk Tidak Mempublikasi Sertifikat Vaksinasi Covid19

Masyarakat diimbau untuk tidak mempublikasi sertifikat digital vaksinasi dari aplikasi PeduliLindungi bagi yang telah divaksinasi Covid-19 tahap pertama dan kedua . Hal itu dilakukan untuk melindungi data pribadi.

Ia menegaskan, sertifikat digital hanya dipakai secara pribadi dan untuk kebutuhan khusus.

Sertifikat tersebut tidak wajib diupload ke media sosial sebab di dalamnya terdapat QR Code yang wajib dilindungi.

Demi Lindungi Data Pribadi

Himbauan tersebut dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan data pribadi oleh oknum yang tidak bertanggung berjawab.

Karena Sertifikat vaksinasi terdapat data pribadinya hanya untuk kepentingan diri sendiri dan kepentingan mengenai sertifikat, dipakai untuk pendukung dokumen perjalanan dan sebagainya

Jangan Sebar Hoaks di WhatsApp Group

Bersamaan dengan itu, Kemkominfo menurut Johnny, sudah mengidentifikasi 130 isu berita palsu (hoaks) terkait vaksin Covid-19.

Menurut data sebarannya, hoaks terbanyak menyebar diberbagai media sosial diantanya Facebook 679 konten, Instagram 9 konten, Twitter 45 konten, YouTube 41 konten, dan TikTok 15 konten.

Ia mengatakan, berita palsu ( hoaks ) di platform digital dapat diatasi setelah dicek, ricek, konfirmasi, dan verifikasi. Setelah itu dibuat label hoaks, disinformasi, dan misinformasi.

Johnny pun meminta masyarakat untuk ikut menghindarkan diri dari berita hoaks mengenai vaksinasi. Sebab hoaks tentang vaksinasi bisa menghambat usaha memerangi Covid-19.

Selain di media sosial, potensi pergerakan penyebaran hoaks bisa dilakukan di aplikasi chat seperti group WhatsApp.