Breaking News

Apakah Di Tahun Ajaran Baru 2021 Akan Tatp Muka?

Meski pemerintah punya target untuk membuka kembali pembelajaran tatap muka (PTM) secepat mungkin, tapi kelihatannya hal tersebut belum final.

Hal itu dikarenakan Kemendikbud dikabarkan belum memutuskan proses belajar mengajar di tahun ajaran baru menggunakan metode PTM atau PJJ.

Hal itu telahdisampaikan Sekretaris Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Sutanto. Sebenarnya seluruh KBM (Keiatan Belajar Mengajar) diatur dalam SKB4 Menteri mengenai Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada TA 2020/2021 dan TA 2020/2021 di tengah Pandemi Covid-19.

Tetapi Sutanto menjelaskan ada kemungkinan SKB tersebut akan direvisi pada tahun ajaran baru nanti.

Di sisi lain, Koordinator Nasional Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru, Satriwan Salim mengatakan hal yang sulit untuk target dapat kembali melaksanakan PTM . Hal ini berdasarkan vaksinasi yang dianggap dapat membantu pelaksanaan pembelajaran tatap muka di tahun ajaran baru dilakukan agak terlambat.

BACA JUGA : APPLE Terjun Ke Industri Otomotif, Bos TOYOTA : Bisnis Mobil Tak Mudah

Keterlambatan vaksinasi terjadi di beberapa daerah Indonesia seperti di Jakarta, Sulawesi Selatan dan Batam. Ia kembali mempertanyakan kesiapan untuk dapat memenuhi target itu.

Para orang tua, juga masih mengkhawatirkan anak-anaknya melakukan kegiatan belajar-mengajar secara langsung terutam di kota-kota besar. Karen para peserta didik rentan tertular sebab sampai saat ini belum mendapatkan vaksin.

Tapi memang beberapa sekolah di sejumlah daerah sudah melaksanakan PTM. Hal ini dilakukan berdasarkan pertimbangan protokol kesehatan Covid-19.

Ia menyarankan sekolah yang ingin melakukan PTM, baik nakes dan Disdik daerah setempat perlu melaksanakan asesmen terkait sarana prasarana. Karena di sejumlah tempat masih ada sekolah yang kurang dalam sarana dan prasarana.

Seperti kebutuhan thermogun untuk mengecek suhu tubuh saat peserta masuk ke sekolah. Apabila sekolah hanya memiliki satu unit saja maka akan menyebabkan antrean panjang di gerbang sekolah dan membuat suasana kurang kondusif saat pandemi.

Selain itu dia menyoroti komitmen orang tua membawakan bekal untuk anaknya dan pesan agar tidak mengkonsumsi makanan sembarangan. Dan pada pembukaan tahun ajaran baru sekolah tidak menjadi klaster penyebaran virus baru.

BACA JUGA : Segera Cek Akun Kartu Prakerja Mu, Hasil Seleksi Gelomang 13 Sudah Diumumkan

Kemdikbud perlu koordinasi dan turun langsung apakah sarana dan prasarana dibuat sesuai aturan atau tidak dan harus memiliki plan B atau C, misalnya tidak semua melaksanakan tatap muka, berarti ada yang PJJ seperti blended learning,” ungkapnya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo mempersiapkan supya PTM dapat dilangsungkan segera mungkin lebih tepatnya tahun ajaran baru. Ini berdasarkan pertimbangan pelaksanaan vaksin untuk para guru, dosen dan tenaga didik.