Breaking News

PLTS Masa Depan Energi Baru terbarukan RI

Indonesia memiliki berbagai sumber energi baru terbarukan. Salah satu-nya Sumber energi terbesar RI itu adalah energi surya. Berdasarkan data Kementerian ESDM, sumber daya energi matahari di Indonesia mencapai hampir sepuluh kali lipat dari panas bumi, yaitu mencapai 207,8 giga watt.

PLTS ini diproyeksikan akan menjadi masa depan EBT di dunia, termasuk di Indonesia. Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif IESR Fabby Tumiwa. Menurutnya, tenaga angin dan surya ke depan akan mengambil porsi lebih dari 50persen secara global.

BACA JUGA : BEGINI CARA CEK HASIL GELOMBANG 12, Simak Dengan Baik.

Meski tenaga angin dan surya akan menjadi EBT yang dominan, tapi PLTS dan PLTB sifatnya intermittent, yakni produksi listrik berjeda sebab listrik akan berproduksi hanya ketika ada panas matahari dan angin yang berembus.

Karena sifatnya yang intermittent, maka dibutuhkan penyimpanan energi. Disaat pembangkit menghasilkan listrik dan tidak terpakai, maka energi dapat disimpan. disaat energi kembali dibutuhkan, energi dapat diambil lagi dari tempat penyimpanan energi tersebut.

Tempat penyimpanan energi ini lah disebut Energy Storage System, tren secara global pada 2050 dari sisi teknologi terjadi penurunan harga listrik energi terbarukan berbasis baterai ini. Dalam 10 tahun terakhir, imbuhnya, harga listrik dari PLTS dan PLTB sudah turun 89 persen.

BACA JUGA : BLT/BPUM UMKM PERIODE MARET 2021 KEMBALI DIBUKA, DANA HIBAH Rp 1,2 JUTA

Oleh sebab itu, kombinasi baterai dan variabel EBT dinilai dapat menjadi solusi yang diandal dan biaya yang efektif.

Khusus di Indonesia menurutnya dari kajian yang dilakukan, jika mau masuk jalur dekarbonisasi sesuai perjanjian Paris, maka penambahan pembangkit EBT harus mencapai 15-20 giga watt pertahunnya.

Dalam perhitungan ini, setidaknya 50 persen dari kapasitas tersebut akan berasal dari pembangkit tenaga surya dan angin.

BACA JUGA : Kuota gratis 2021 Dari Kemendikbud Akan Disalurkan Dan Dibatasi Aksesnya

Dengan situasi ini, maka ESS, baik utility scale dan small scale sangat diperlukan. jika memiliki visi energi transisi energi, maka dengan perkembangan teknologi ini butuh storage

Dia mengatakan, ada beberapa jenis ESS berdasarkan mekanisme penyimpanan yang digunakan, seperti bersifat mekanik dan elektrokimia.

Menurutnya, baterai lithium yang akan dikembangkan di Indonesia termasuk kategori secondary battery, sementara ESS menyediakan jasa perawatan tersendiri dan dapatkan diaplikasikan ke semua jenis sistem pembangkit listrik.