Apple Kembali Di Gugat, Ini Penyebabnya

Apple kembali digugat disebabkan diduga sengaja membuat perangkat iPhone menjadi lambat dan menyebabkan baterai bermasalah. Hal ini bukan yang pertama. Kali ini, gugatan itu berasal dari Badan Perlindungan Konsumen Portugal, Deco Proteste.

Deco Proteste dalam gugatannya menuduh bahwa Apple sengaja menurunkan kinerja beberapa model iPhone 6 yakni mencakup iPhone 6, iPhone 6 Plus, iPhone 6S, dan iPhone 6S Plus.

Penurunan performa pada iPhone tersebut berawal ketika Apple meluncurkan pembaruan sistem operasi iOS 11 pada 2017 lalu. Deco Proteste mengatakan, update iOS tersebut membuat lambat Phone 6.

Hal ini diduga sebagai cara Apple agar para pengguna mengganti ponsel mereka dengan perangkat iPhone yang terbaru.

Deco Proteste menuntut Apple untuk ganti rugi sebesar 7 juta euro atau Rp 120,46 miliar kepada 115.000 pengguna iPhone di Portugal yang terdampak.

BACA JUGA  GOJEK Memberikan Pendanaaan Ke LINKAJA

Ganti rugi ini adalah kompensasi biaya perbaikan baterai untuk pengguna yang terdampak dengan besaran 10% dari harga pembelian iPhone.

BACA JUGA : Hacker Meretas Kotak Masuk Email Microsoft

perwakilan Deco Proteste mengatakan Apple sebenarnya menyadari update an itu akan membuat perangkat lambat dan gangguan kinerja lainnya, tapi, Apple masih mendorong pemilik model-model iPhone 6 untuk melakukan update iOS ke versi terbaru.

Dalam hal ini, UU di Eropa melarang praktik komersial yang tidak adil, menipu, dan agresif. Deco Proteste menuduh Apple melanggar aturan itu sebab melakukan praktik penurunan performa yang direncanakan tanpa ada pemberitahuan dulu kepada pengguna.

Deco Proteste bersama organisasi Euroconsumers sebenarnya telah mencoba beberapa cara untuk meminta tanggapan Apple untuk kasus ini sejak 2018.

BACA JUGA  Dikabarkan Honor V40 Akan Rilis 12 Januari 2021

Tetapi, selama 3 tahun, Apple tidak merespon permintaan tanggapan itu. Pada akhirnya di tangga 1maret 2021, Deco Proteste resmi melayangkan gugatan terhadap Apple.

Bukan yang pertama

Tuduhan ini membuat perangkat Apple yang lama menjadi lambat ini sebenarnya juga terjadi pada 2017.

Apple kala itu meluncurkan update iOS 10.2.1 dan iOS 11.2. Saat itu, Apple diketahui tidak memberitahu kepada para pengguna iPhone verisi lama bahwa dua update iOS tersebut bisa membuat kinerja perangkat menjadi lebih lambat.

Adapun iPhone lawas yang dimaksud diantaranya model iPhone 6, iPhone SE, dan iPhone 7. Belakangan, Apple mengakui bahwa pihaknya memang sengaja memperlambat kinerja pada iPhone versi lama dengan dalih menurunkan kinerja CPU agar baterai iPhone tidak bermasalah.

BACA JUGA  Bocoran!! Apple Akan Membuat Jenis IPhone Baru Dengan Spesifikasi Besar dan Di Tambah Touch ID

BACA JUGA : Huawei Berencana Untuk Membuat Mobil Listrik?

Meski begitu, Banyak yang berspekulasi bahwa kesengajaan itu hanyalah trik Apple semata untuk mendorong pengguna agar membeli iPhone terbaru.

Untuk menebus itu, Apple pun sempat mengadakan program diskon ganti baterai untuk para pengguna iPhone 6 atau yang lebih baru pada Januari 2018 lalu.

Namun pada akhirnya, Apple didenda Rp 25 juta Euro atau sekitar Rp 374 miliar oleh regulator asal Perancis (DGCCRF) karena melakukan praktik yang melanggar UU di Eropa tersebut pada tahun kemarin.

Penurunan performa perangkat iPhone versi lama ini, Apple juga didenda 10 juta euro atau Rp 172,1 miliar oleh otoritas di Italia pada tahun kemarin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *