Hacker Meretas Kotak Masuk Email Microsoft

Microsoft mengungkapkan kotak masuk email diretas selompok hacker yang terkait dengan China dari jarak jauh menggunakan kelemahan yang baru ditemukan dalam server software email Microsoft.

Microsoft mengatakan kampanye peretasan memanfaatkan empat kerentanan yang sebelummnya idak terdeteksi dalam berbagai versi perangkat lunak dan merupakan pekerjaan kelompok yang dijuluki HAFNIUM.

Kelompok itu sebagai entitas yang disponsori negara yang beroperasi di luar China.

Perusahaan keamanan siber Volexity mengatakan bahwa pada Januari mereka telah melihat para hacker menggunakan salah satu kerentanan untuk mencuri ‘isi penuh dari beberapa kotak surat pengguna dari jarak jauh’.

BACA JUGA : Huawei Berencana Untuk Membuat Mobil Listrik?

mereka ketahui hanya detail server Exchange dan akun yang ingin mereka ambil emailnya, kata Volexity.

Kedubes China di Washington tidak segera merespon pesan yang meminta komentar. Beijing membantah melakukan spionase dunia maya walaupun ada banyak tuduhan.

Langkah agresif para hacker mulai menarik perhatian dari seluruh komunitas keamanan siber.

Mike McLellan, direktur intelijen untuk Dell Technologies Inc’s Secureworks, mengatakan jelang pengumuman Microsoft, dia sudah melihat lonjakan tiba-tiba dalam aktivitas yang menyentuh server Exchange semalam pada Minggu, dengan sekitar 10 pelanggan terpengaruh di perusahaannya.

Di kasus lain, hacker memanfaatkan cara pelanggan menyiapkan layanan Microsoft mereka untuk membahayakan target atau menyelami lebih jauh ke dalam jaringan yang terpengaruh.

McLellan mengatakan bahwa untuk saat ini, aktivitas peretasan yang dia lihat tampak terfokus pada penyemaian perangkat lunak berbahaya dan menyiapkan panggung untuk gangguan yang berpotensi lebih dalam daripada langsung pindah ke jaringan secara agresif.

BACA JUGA : Provider Terlambat Menurut Aplikasi Speed test internet Ookla

Menurut Microsoft Yang menjadi target hacker seperti :

  1. Peneliti penyakit menular,
  2. Firma hukum,
  3. Lembaga pendidikan tinggi,
  4. Kontraktor pertahanan,
  5. Lembaga pemikir kebijakan, dan
  6. Kelompok non-pemerintah.
Baca Juga  Visa India Untuk Cina Dicekal, Perusahaan Perakit IPhone Rugi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *